Adopsi Panggung Romawi bagi Proses Perencanaan Organisasi Modern

Mitra: Synthesis Consultant
Layanan: Jasa Fasilitasi dan Pelatihan

Mengapa Kita Bersandiwara?
All the world’s a stage,
And all the men and women merely players;
They have their exits and their entrances;
And one man in his time plays many parts
—Shakespeare, As You Like It, Act II, Scene VII

Model panggung romawi bagi proses perencanaan organisasi modern ini telah diadopsi oleh TNC – IFP selama 3 hari bekerjasama dengan Synthesis Consultant pada bulan Juni tahun 2010 yang bertempat di Pulau Peucang Ujung Kulon Jawa Barat. Foto maupun video dalam artikel ini merupakan dokumentasi dari kegiatan tersebut.

Ini adalah salah satu upaya organisasi dalam memberikan pemahaman dan membangun kesepakatan bersama atas arah perubahan bagi para staf dapat dilakukan dengan cara alternatif ini. Format fasilitasi berikut akan mencoba memindahkan protokol, birokrasi, dan struktur organisasi yang ada sekarang ke sebuah landscape imajinatif sebagai format analogi temporer. Format analogi ini akan dibangun dengan membongkar hambatan-hambatan psikologis dan fisik bagi komunikasi antar lini organisasi. Namun format ini tetap saja membutuhkan ‘aturan main’ khusus yang akan dikembangkan sesuai tujuan fasilitasi. Hanya dengan cara ‘mengalirkan kata-kata’ maka bangunan kesepahaman dan kesepakatan bersama dapat mulai terlihat pondasinya.

Banyak hal, mungkin, yang tak bisa kita ungkapkan dalam kehidupan nyata sehari hari. Hal-hal yang jika kita nyatakan dalam ‘dunia-yang-serius-itu’ kita pikir bakal mencederai perasaan orang lain. Betapa pandainya kita menahan diri dan menekan gejolak hati sendiri selama ini. Padahal kita perlu semua orang tahu: ada sesuatu menurut kita yang kurang betul dalam semua situasi ini. Tapi, bagaimana membikin mereka tahu tanpa perlu terlalu menyinggung what so called ‘harga diri’? Salah satu caranya, lagi-lagi mungkin, adalah mengajak semua orang berkomitmen untuk melakukan suatu permainan.

Tak sembarang permainan, tapi permainan komunikasi. Kita perlu membikin sendiri satu dunia, satu suasana, yang mirip dengan kondisi nyata, untuk kepentingan ini. Dalam ‘dunia-yang-tak-serius’ itu, semua orang harus saling bicara, mengomunikasikan segala hal yang tak bisa disampaikan dalam ‘dunia-yang-serius’; dan tak ada yang boleh sakit hati, namanya juga sedang memainkan permainan. Cari tahu, peran-peran apa yang terkait langsung dengan peran Anda? Misalnya, jika Anda seorang Plebeian, Anda akan terkait langsung dengan pemeran Senator atau pemeran Tribunus. Omong-omong, siapa pemeran Senator atau Tribunus? Anda perlu mengetahuinya, karena sebagai Plebeian, anda akan berhubungan dengan mereka.

Diawali dengan kisah Selama dua ribu tahun, sejak 500 SM hingga hampir 1500 M, pemerintahan Romawi menerapkan lebih kurang sistem yang sama, meski tentu saja ada beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Republik Romawi ditegakkan dengan menerapkan berbagai konstitusi yang prinsip utamanya adalah pemisahan kekuasaan menjadi tiga lembaga: pembuat undang-undang (legislatif), pelaksana undang-undang/pemerintah (eksekutif), dan pengawas pelaksanaan undang-undang (yudikatif).

Sebagian besar konstitusi itu tak tertulis, diturun-temurunkan melalui preseden, dan terus berkembang sesuai pergolakan kepentingan pada setiap masanya. Perkembangan konstitusi itu sangat dipengaruhi oleh tarik-menarik kepentinganantara kalangan bangsawan Romawi dengan rakyat jelata. Pada dua abad pertama sejarahnya, republik dikuasai oleh kaum bangsawan yang leluhurnya bisa ditelusuri sampai jauh ke zaman pendirian Roma.

Sebagai plebeian, mungkin Anda pernah atau sering? merasa dirugikan oleh undang-undang baru yang dijalankan direktur maksudnya Consul yang sedang menjabat. Tentu Anda tidak bisa menolaknya. Tapi, ada para Senator yang menjadi penasihat Consul di (forum) Senat. Ada forum khusus bagi Anda, para plebeian,untuk mengeluarkan segala ganjalan apa saja terkait etos kerja pemerintahan.

Anda seorang Senator? Wuih, Anda tentu jutawan. Sebagai Senator, tugas Andalah menangkap suara rakyat, baik yang bangsawan dan terutama para plebeian (rakyat jelata): keluhan dan usulan mereka, hal-hal yang tersembunyi atau yang nampak dari keengganan serta gairah mereka dalam keseharian mereka sebagai staf, maksudnya: sebagai warga negara Republik Romawi.

Anda seorang Tribunus? Anda adalah rakyat jelata (plebian), warga negara kelas terendah, yang istimewa. Sebagai Tribunus, cermati suara rakyat dalam Comitia Tributa (rapat suku), terutama masalah-masalah terkait sumberdaya (termasuk SDM) yang baik-buruknya mempengaruhi kinerja maksudnya: kepentingan umum para plebian sebagai warga negara Republik Romawi. Pahami keluhan-keluhan mereka, upayakan mencari jalan keluar berupa usulan-usulan yang nantinya layak dibawa ke Sidang Tribunus.

Anda seorang Praetor? Anda layak mendapat ucapan selamat. Sebagai Praetor, salah satu tugas Anda sebenarnya adalah memimpin sidang-sidang pengadilan. Tugas Anda adalah menyimak saran dan rekomendasi dari para Senator. Ada tiga Praetoria:

  1. Praetor Ius: memimpin sidang Aspek Kebijakan
  2. Praetor Potestas: memimpin sidang Aspek Program
  3. Praetor Urbanus: memimpin sidang Aspek Struktur

Anda seorang Consul? Andalah pemegang imperium (kekuasaan) yang sebenarnya. Dalam banyak hal, menyimak suara rakyat lewat paparan Sidang Praetor, tentu Anda tahu, banyak gunanya. Namun, pada saat-saat tertentu, Anda boleh menutup telinga dan berjalan lurus ke depan, menuju arah yang Anda yakini dapat membawa kebaikan bagi Republik.

Anda seorang Pontifex Maximus? Sebagai Pontifex Maximus, tugas Anda adalah menjaga moral negara dan rakyatnya. Misalnya, mengarahkan mereka agar selalu mengingat tujuan-tujuan utama konservasi sumberdaya alam.

Mengapa mengadopsi komunikasi politik Republik Romawi untuk meretas hambatan komunikasi di antara warga organisasi? Karena, sayangnya, hanya Republik Romawi yang punya model komunikasi yang bisa diadopsi. Baiklah, mari bersandiwara dalam Sandiwara.

Isi lengkap dari liputan ini bisa diunduh disini.