Fasilitasi Perencanaan Strategis Yayasan Palung 2014 – 2016, Kalimantan Barat

Jembatan tiga berkesempatan dalam memfasilitasi Yayasan Palung (http://yayasanpalung.blogspot.com/) menyusun rencana kerja lembaga untuk tiga tahun (2014-2016). Yayasan Palung adalah bagian dari GPOCP (Gunung Palung Orangutan Project) yang berkerja dalam konservasi multi-faceted besar dan program penelitian yang bekerja untuk melindungi orangutan liar yang terancam punah dan menyelidiki reproduksi orangutan, perilaku, organisasi sosial dan fisiologi dalam konteks ekologi.

Yayasan Palung/GPOCP (http://savegporangutans.org/) memfokuskan upaya pada populasi penting orangutan yang tinggal di sekitar Taman Nasional Gunung Palung (Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara) di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Melalui kajian ilmiah, kerja berbasis masyarakat, Yayasan Palung/GPOCP berusaha melindungi orangutan dan habitat hutan sambil membangun kapasitas konservasi jangka panjang, dengan misi untuk memastikan masa depan populasi orangutan liar di daerah ini sangat penting.

Kegiatan yang terlaksana dalam dua hari (tanggal 11-12 Januari 2014) ini bertempat di Rumah BENTANGOR (BElajar hutaN dan tenTANG Orang utan) Desa Pampang  Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat. Rumah BENTANGOR merupakan rumah belajar bagi masyarakat dalam pemanfaatan hasil hutan non kayu. Dari rumah belajar ini lahir Rebung Buluh Lestari (RBL) yang merupakan kelompok masyarakat mandiri dalam mengelola hasil hutan non kayu secara berkelanjutan.

Kegiatan yang di hadiri oleh semua staff dan relawan yang ada di Yayasan Palung serta Excecutif Direktor (pendiri Yayasan Palung) Ibu Dr. Cheryl D. Knott (http://cherylknott.wordpress.com/) ini dimulai dengan berbagi pengalaman para staff dalam menjalankan program, baik cerita sukses maupun hambatannya dan riview kegiatan Yayasan dalam tiga tahun lalu (2010-2013) serta siapa saja mitra yang terlibat didalamnya.

Kebersamaan sangat terasa dalam ruangan 4×5 meter ini, ketika fasilitator (Eko K Komara) mendata ulang kegiatan yang telah dilakukan selama tiga tahun lalu dan siapa mitra yang terlibat. Para peserta terlihat antusias dalam menjelaskannya dan saling menambahkan atau memperbaiki jika ada yang belum terdata. Dari riview tersebut menghasilkan suatu visi Yayasan untuk tiga tahun kedepan (2014-2016), yaitu “Lestarinya Orangutan dan Habitatnya di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung dan Sekitarnya”. Selain itu disepakati 5 (lima) tujuan program (objectives) dengan dampak yang diharapkan (impact oriented) yang disesuaikan dengan visi yang telah disepakati.

Dihari kedua (12 Januari 2014), peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk menyusun program strategis yang akan dilaksanakan selama tiga tahun kedepannya dengan menyesuaikan 5 (lima) tujuan program yang telah disepakati. Diskusi di setiap kelompok terlihat menarik dan hidup dikarenakan semua peserta aktif dalam mengeluarkan pendapat dan saran-sarannya untuk keberlangsungan Yayasan.

“Fasilitasi dua hari ini bermanfaat bagi saya untuk belajar bahwa keterbukaan diiringi kebersamaan team yang kuat adalah bagian dari kesuksesan program Yayasan” (Wendy, program manager Yayasan Palung). (HSS)