Komitmen BNI 46 CSR dalam Pemanfataan Energi Bersih Untuk Kegiatan Produktif di Kampung Pakandangan, Garut, Jawa Barat

Mitra: BNI 46, IBCSD, Garuda Indonesia, Rekapala, CV Rizky Control Electrical Enginering
Layanan: Jasa Konsultasi dan Pendampingan

Awal Februari 2014 BNI 46 CSR dan Garuda Indonesia bekerja sama dengan IBCSD dan Yayasan Penabulu menginisiasi Program PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro) di wilayah Kampung Pakandangan, Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Garut, Jawa Barat. Tujuan dari pembangunan PLTMH ini untuk memberikan elektrifikasi dan meningkatkan pilihan bagi masyarakat ekonomi lokal yang berujung pada harapan akan adanya perbaikan tingkat kehidupan yang lebih baik.

Sampai saat ini PLTMH yang telah dibangun telah berjalan dengan baik, masyarakat telah menerima manfaat dari dibangunnya PLTMH di lokasi tersebut. Setidaknya ada sekitar 30 kepala keluarga yang menyatakan keinginannya untuk bisa menetap di desa pakandangan (diluar 20 KK yang telah menetap sebelumnya) setelah program elektrifikasi dilaksanakan. Hal ini menjadi sebuah bukti nyata dari keberhasilan program pembangunan PLTMH dalam mengurangi arus urbanisasi dan membangun desa yang bisa dikategorikan sebagai desa tertinggal.

Namun demikian, keberadaan PLTMH tersebut tidak hanya bisa berdampak baik terhadap masyarakat tetapi juga dapat berdampak negatif jika tidak dilakukan pencegahan secara dini. Dampak tersebut antara lain adalah prilaku konsumtif yang bukan menjadi kebutuhan utama mereka, seperti membeli televisi baru atau lemari es yang pada dasarnya belum mereka perlukan, hal ini ini diakibatkan oleh sumber daya energi yang cukup berlimpah melebihi kebutuhan dasar masyarakat.

Untuk mencegah agar hal seperti dipaparkan diatas tidak meluas maka diperlukan sebuah program pembinaan lanjutan yang lebih menekankan pada penggunaan energy untuk hal-hal yang lebih bermanfaat atau “Productive Use”.

Kapasitas PLTMH yang terpasang saat ini mencapai 25 KW atau 25.000 Watt sementara kebutuhan penduduk untuk penerangan dan kebutuhan dasar lainnya bisa tercukupi dengan 4500 Watt, artinya ada kelebihan kapasitas yang bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi di desa pakandangan.

Padi merupakan komoditas utama yang dihasilkan di Pakandangan, mata pencaharian utama penduduk adalah bercocok tanam padi, salah satu kendala yang ditemukan adalah kesulitan masyarakat untuk menggiling padi karena penggilingan padi yang terdekat masih cukup jauh untuk ditempuh sehingga petani setempat lebih suka untuk menjual gabah kepada tengkulak sehinga produk petani dalam bentuk gabah tidak memiliki nilai tambah karena harga gabah yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga padi yang sudah dalam bentuk beras. Belum lagi petani harus mengahadapi kendala lain dengan sulitnya menjaga kwalitas gabah agar gabah cepat kering mengingat daerah Pakandangan adalah daerah dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga setelah panen petani kesulitan untuk segera mengeringkan padi agar mendapat kwalitas gabah yang baik.

Dengan demikian, program pembangunan pengering dan pengilling padi akan menjadi solusi untuk dapat meningkatkan nilai tambah dari komoditas utama yang menjadi mata pencaharian penduduk di Pakandangan. Selain dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat makan dengan program ini masyarakata akan dibimbing atau diarahkan untuk dapat dan mampu menggunakan kelabihan energy melalui pemanfaatan yang lebih produktif.

Di sisi lain, program ini mereflesikan komitmen BNI 46 CSR untuk menjadi pelopor dalam memberikan kontribusi nyata terhadapa pembangunan yang berkelanjutan mengenai pembangunan dan pemanfaatan sumber energi yang bersih untuk daerah tertinggal.