Pendidikan untuk Anak Jalanan Jakarta

Layanan: Jasa Fasilitasi dan Mediasi
Tags:

Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.

Sejak  tahun 1999 berdasarkan Undang-undang nomor 34 tahun 1999, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta resmi menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia dengan 6 wilayah (5 wilayah Kotamadya dan satu Kabupaten administrative Kepulauan Seribu), Jakarta mulai berbenah dan menjadi tempat banyak kalangan untuk mengadu nasib demi secercah harapan.

Dibalik kemegahan dan kecantikan Jakarta, timbul permasalahan-permasalahan sosial yang berkembang setiap tahunnya. Salah satunya anak jalanan, Dinas Sosial DKI Jakarta mencatat hingga Maret 2013 ada 7.300 anak jalanan di Jakarta. Salah satu penyebanya adalah mereka tidak sekolah dan atau putus sekolah dikarenakan biaya sekolah yang cukup mahal dan ekonomi keluarga yang rendah.

Berdasarkan hal tersebut kami Yayasan Sahabat Anak tergerak untuk bersama mewujudkan pemenuhan Hak-hak Anak Marjinal khususnya Anak jalanan yang ada di Jakarta dengan suatu program Pendidikan Untuk Anak Jalanan Jakarta yang berlandaskan bahwa pendidikan merupakan langkah terbaik untuk merubah masa depan anak dan anak jalanan bisa berubah dengan bantuan orang lain.

Tujuan program ini, yaitu memberikan pendidikan bagi anak jalanan di Jakarta. Dengan beberapa Indikator keberhasilan program yaitu; Anak tidak turun kejalan, Anak kembali ke sekolah formal, kembali ke keluarga, bekerja formal dan membuka usaha sendiri. Tahapan Program yang dilaksanakan yaitu:

  1. Mendata jumlah anak jalanan dan titik-titik lokasi mereka berkumpul
  2. Bekerjasama dengan bimbingan belajar yang ada didekat lokasi mereka berkumpul
  3. Membuat rumah singgah di titik-titik lokasi mereka berkumpul sebagai tempat belajar dan berkreasi
  4. Perekrutan dan pemberdayaan para volunteer sebagai pendamping dan pengajar
  5. Pelibatan  pemerintah dalam sertifikasi lembaga dan ijazah anak binaan

 
14-11-2013 10-21-26

Hak atas pendidikan sebagai bagian dari hak asasi manusia di Indonesia tidak sekadar hak moral melainkan juga hak konstitusional. Ini sesuai dengan ketentuan UUD 1945 (pascaperubahan), khususnya Pasal 28 C Ayat (1) yang menyatakan, “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak memperoleh pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.”

Jika Anda tertarik untuk memberikan dukungan atau bekerja sama, untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kami atau hubungi Yayasan Sahabat Anak dengan detil kontak di bawah ini:

  • ALAMAT

    Yayasan Sahabat Anak
    Jl. Tambak II RT 06/05 No. 23 Kel. Pegangsaan Jakarta Pusat 10320

  • TELEPON/FAX

    Telepon: (021) 391 8505
    Fax: (021) 319 34172

  • SUREL/WEB