Pertolongan Pertama pada Cagar Budaya di Indonesia

Mitra: IRSAD
Layanan: Jasa Fasilitasi dan Mediasi

Setidaknya sudah 20 tahun, Indonesia terus berjuang membangun masyarakat multikultural yang mengakui keragaman dan menghormati perbedaan. Keragaman di Indonesia berdasarkan etnis, agama, sejarah dan wilayah geografis tergambarkan pada laporan data statistik dari bandan statistik Indonesia tahun 2011. Lebih kurang ada 1,128 suku, 726 bahasa, terdistribusi ke 33 provinsi dan 7870 pulau yang memiliki populasi manusia. Keragaman ini menjadi titik kerawanan jika tidak mampu mengelolanya.

Indonesia tidak hanya rawan oleh keragaman budaya tetapi juga oleh posisi geografis, dengan ring of fire dan kondisi tanah atau lanskap yang tidak stabil menempatkan negara ini sebagai penerima dampak tertinggi bencana seperti gempa bumi, banjir, gunung berapi, dan tsunami. Selain perbedaan etnis dan agama yang ruitn membawa konflik dan benturan antar kelompok ke tingkat situasi yang kritis.

Keragaman budaya dan ancaman alam ini menempatkan Cagar Budaya sebagai penerima dampak bencana dan obyek konflik. Jika kita analisis ke tingkat yang lebih dalam, sebagian besar peneliti, aktivis dan pembuat kebijakan menyadari, Indonesia sebagai negara membutuhkan pendekatan khusus untuk melindungi Aset Budaya yang dimilikinya, pendekatan yang tidak hanya mempertimbangkan sektor sosial, tetapi juga mempertimbangkan sektor budaya dan lingkungan.

Salah satu tawarannya adalah menggunakan pendekatan terpadu untuk memaksimalkan sumberdaya yang ada dan memberi kontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Adalah sebuah kewajiban bagi setiap lapisan masyarakat untuk mempertahankan Cagar Budaya mereka yang juga merupakan bagian dari kepemilikan masyarakat dunia.

Tujuan Program

Ada empat tujuan yang menjadi mandat Indonesia sebagai negara untuk dicapai berdasarkan erencanaan IRSAD dan menjadi tujuan umum Program adalah:

  1. Peningkatan perlindungan Cagar budaya berbasis Pengorganisasian dan Partisipasi Masyarakat
  2. Promosi Media untuk perlindungan dan Pertolongan Pertama pada Cagar budaya

 
Dengan tujuan khusus dari program ini:

  1. Menjembatani blogger dari kelompok minoritas dalam mengkampanye perlindungan cagar budaya dan pembentukan relawan tanggap darurat untuk cagar Budaya di Indonesia
  2. Meningkatkan kapasitas dokumentasi relawan tanggap darurat sebagai keterampilan dasar perlindungan warisan budaya di Indonesia

 
Indikator Keberhasilan yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai perlindungan Cagar budaya dengan:

  • Publikasi berita Cagar Budaya yang berisiko tinggi oleh aktivis blogger lintas keyakinan
  • Ketersedian pelatih terampil berbasis relawan untuk Kampanye Cagar Budaya dengan menggunakan media animasi
  • Terbentuknya Relawan Cepat tanggap lintas keyakinan berbasis blogger untuk dokumentasi digital Cagar Budaya
  • Terbentuknya Relawan Pelatih Cepat tanggap lintas keyakinan berbasis blogger untuk dokumentasi digital Cagar Budaya
  • Peningkatan keahlian 10 orang relawan lintas keyakinan solidaritas Cagar Budaya untuk mengkampanyekan perlindungan Cagar budaya di Indonesia
  • Pembentukan jaringan pecinta Cagar Budaya melalui 10 orang relawan sebagai tim pertolongan pertama melalui Arsip digital bagi Cagar Budaya di Indonesia

 
Pendekatan

  1. Program ini akan menerapkan pendekatan integratif yang mendukung aktivis blogger berbasis kelompok minoritas untuk memainkan peran yang lebih dalam perlindungan Cagar Budaya sebagai proses pembangunan.
  2. Pendekatan integratif adalah menempatkan semua sektor kepentingan di tingkat yang sama dengan menjaga keseimbangan berpikir, serta bertindak dan tidak akan didiskriminasikan satu atau yang lainnya untuk tujuan melidungi Cagar Budaya.
  3. Kerangka sosial dan budaya akan menjadi jendela untuk membawa pemahaman Cagar Budaya sebagai kepentingan bersama. Hal ini menegaskan kembali Cagar Budaya milik semua kelompok etnis.

 
Kegiatan

  1. Pelatihan Assesment dan Pemetaan Cagar budaya
  2. Pelatihan penyelamatan objek budaya berbasis material organik dan non-organik
  3. Kampanye perlindungan Cagar Budaya Melalui Media

 
Peran Para Pihak

  1. Jaringan Arsitek Nasional, Bappenas, Bappeda, Museum, BNPB, dan BPBD
  2. Apakah itu dalam isu bencana atau konflik, IRSAD menyadari organisasi perwakilan yang bertanggung jawab pada masalah bencana seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia tidak menyertakan warisan budaya sebagai sektor penting dalam situasi darurat. Benar adanya, perlindungan manusia menjadi prioritas yang didasarkan pada kerangka Hyugo, tetapi sebaliknya, warisan budaya tidak hanya berbicara tentang objek yang berharga. Lebih dari itu, obyek berharga memiliki arti sebagai wakil dari umat manusia yang dimiliki masyarakat dunia. Ini membuat seharusnya warisan budaya mendapatkan perlakuan yang sama dalam kondisi tanggap darurat seperti kehidupan manusia. Proyek ini juga akan memberikan kontribusi untuk perencanaan kontijensi dan pengurangan risiko bencana untuk warisan budaya, dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk mendukung pemerintah Indonesia dan masyarakat luas untuk terlibat dalam perlindungan dan penyelematan warisan budaya.

 
Cagar budaya tidak memiliki nilai kebendaan seperti yang selama ini distigmakan, apa yang terjadi di negara-negara yang terpapar bencana, cagar budaya sering menjadi alat pemersatu bangsa untuk mengembalikan semagat kehidupan paska bencana atau dijadikan target oleh kelompok yang berseteru pada sa’at konflik untuk saling melemahkan, sehingga adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa diabaikan bahwa setiap individu yang hidup dalam sebuah komunitas budaya sejatinya melindungi peninggalan leluhur mereka sebagai refleksi terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun dari generasi kegenerasi.
 
Jika Anda tertarik untuk memberikan dukungan atau bekerja sama, untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kami atau hubungi IRSAD dengan detil kontak di bawah ini:

  • ALAMAT

    IRSAD:
    Puri Andora No. C4, JL. Bukit Indah, Serua
    15414, Ciputat, South Tangerang

  • TELEPON/FAX

    Telepon: 081374063046
    Fax: (021) 49116885

  • SUREL/WEB

    office@irsad.org
    www.irsad.org