Remaja Aceh Yang Bertanggung Jawab

30% dari jumlah penduduk di Provinsi Aceh adalah remaja dengan rentang usia 10 – 24 dan merupakan jumlah terbanyak dibandingkan dengan rentang umur lainnya. Remaja Usia 10 – 24 termasuk dalam kelompok umur produktif dan cikal bakal penerus pembangunan bangsa.

Remaja dengan proses tumbuh kembang dan pancarobanya mengalami banyak masalah dikarenakan kurang mendapatkan informasi kesehatan dirinya secara jelas khususnya tentang kesehatan reproduksi dan seksualnya.

UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan pada pasal 136 dan 137 untuk Bab Kesehatan remaja menjelaskan antara lain bahwa upaya pemeliharaan kesehatan remaja harus ditujukan untuk mempersiapkan menjadi orang dewasa yang sehat dan produktif, baik sosial maupun ekonomi. Serta pemerintah juga masyarakat berkewajiban menjamin agar remaja memperoleh informasi dan layanan mengenai kesehatan remaja agar mampu hidup sehat dan bertanggung jawab.

Informasi tentang hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual remaja harus diberikan baik oleh orangtua, guru, lingkungan dan pihak lain. Kasus-kasus kekerasan seksual pada remaja, kehamilan yang tidak diinginkan, narkoba dan HIV-AIDS yang saat ini kian bertambah dan wajib menjadi perhatian kita semua, jika Indonesia khususnya Aceh tidak ingin kehilangan generasi penerus yang berkualitas.

pkbi_logo1Tujuan Program yaitu Terciptanya remaja yang sehat, produktif, berkualitas dan Bertanggung jawab. Dengan  menyebarkan Informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual, Narkoba dan HIV-AIDS sebagai bagian dari hak-hak remaja sampai ke remaja sesuai dengan usia dan masalahnya dengan tepat dan tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya dan agama yang berlaku di Aceh. Mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi, Narkoba dan HIV-AIDS di sekolah. Dan lahirnya Peer Educator (Pendamping sebaya) bagi remaja untuk informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksual remaja, Narkoba dan HIV-AIDS.

Fokus Binaan

  1. Penyusunan kurikulum dan silabus pelatihan, pembuatan modul pelatihan, pembuatan media KIE, Buku pegangan bagi remaja dan guru.
  2. Membentuk dan mengaktifkan Pusat Informasi dan Konseling remaja di sekolah dan luar sekolah.
  3. Meningkatkan kapasitas remaja dan guru tentang isu kesehatan reproduksi, membangun kesadaran baru dan adanya perubahan perilaku yang lebih positif bagi remaja.
  4.  

Indikator

  1. Jumlah pertemuan yang dilakukan
  2. Jumlah remaja yang mengikuti pelatihan
  3. Jumlah pelatihan yang diikuti remaja
  4. Jumlah guru yang ikut pelatihan
  5. Jumlah pelatihan yang diikuti oleh guru
  6. Adanya kurikulum dan silabus untuk pelatihan remaja (pe) dan guru
  7. Adanya modul pelatihan untuk remaja dan guru
  8. Buku pegangan tentang informasi kesehatan reproduksi, narkoba dan hiv-aids untuk remaja dan guru
  9. Jumlah ceramah, diskusi tentang kesehatan reproduksi, narkoba dan HIV-AIDS yang dilakukan (baik langsung maupun melalui radio)
  10. Jumlah dan jenis media KIE yang di produksi
  11. Jumlah pertemuan reguler yang di lakukan oleh PE dan guru
  12. Jumlah PE dan guru yang hadir dalam setiap pertemuan
  13. Lomba dan jenis kegiatan yang dilakukan
  14. Workshop / seminar yang dilaksanakan
  15. Laporan proses dan dokumentasi setiap kegiatan yang dilakukan
  16. Adanya buku yang dihasilkan selama program berjalan sebagai pembelajaran bagi pihak lain maupun pemerintah.

 
Tahapan Program

  1. Assessment dan sosialisasi program
  2. Menyusun kurikulum dan silabus untuk pelatihan bagi remaja dan guru
  3. Membuat modul pelatihan
  4. Seleksi Peer educator dan guru yang akan dilatih
  5. Pelatihan PE dan guru
  6. Pembuatan /pencetakan buku pegangan tentang kesehatan reproduksi, Narkoba dan HIV-AIDS untuk remaja dan guru.
  7. Pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi, Narkoba dan HIV-AIDS termasuk konseling (termasuk di dalamnya melalui media radio lokal secara reguler)
  8. Pembuatan Media KIE (termasuk news letters)
  9. Pertemuan reguler PE dan guru
  10. Lomba Kreatifitas Remaja
  11. Workshop/seminar tentang kesehatan reproduksi ke lintas sector dan pengambil kebijakan
  12. Penyusunan Buku tentang Proses Pembelajaran (lesson learnt) selama program berjalan.

 
Jika Anda tertarik untuk memberikan dukungan atau bekerja sama, untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kami atau hubungi PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Aceh dengan detil kontak di bawah ini:

  • ALAMAT

    Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia:
    Jl. Teuku Nyak Arief No. 180 Lingke Banda Aceh 23114

  • TELEPON/FAX

    Telepon: (0651) 7551235
    Fax: (0651) 7551259

  • SUREL/WEB

    pkbi_nad@yahoo.com
    www.pkbi.or.id